Sabtu, 27 November 2010

PELUANG BISNIS FRANCHISE MAKANAN

Perkembangan bisnis franchise di Indonesia, saat ini semakin pesat. Dari franchise lokal sampai franchise luar negeri, mulai mewarnai perkembangan bisnis di negara ini. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat masyarakat untuk mencoba peluang bisnis. Hadirnya bisnis franchise banyak dicari masyarakat yang belum memiliki pengalaman dan kemampuan dalam berbisnis. Bahkan bisa dibilang bisnis franchise menjadi jawaban bagi masyarakat yang masih kesulitan untuk memulai bisnis, karena bisnis ini memberikan kemudahan bagi franchisee untuk menjalankan bisnis.
Dari berbagai macam bisnis franchise yang ada saat ini, ternyata franchise makanan menjadi peluang bisnis yang paling banyak dipilih masyarakat. Franchise makanan paling banyak dipilih karena prospek bisnisnya sangat bagus. Disamping itu konsumen franchise makanan juga lebih banyak dibandingkan dengan bisnis franchise lainnya.
Konsumen
Target pasar bisnis franchise makanan adalah masyarakat umum. Dari mulai franchise makanan yang menawarkan menu dengan harga terjangkau, sampai bisnis yang menawarkan menu dengan harga cukup mahal, selalu laris manis diserbu para konsumennya. Rata – rata masyarakat lebih yakin dengan produk yang memiliki brand, termasuk juga produk makanan yang ditawarkan  dengan brand franchise.
Info bisnis
Saat ini ratusan bisnis franchise makanan dapat dijadikan sebagai peluang usaha. Berbagai macam menu makanan ditawarkan dengan sistem kemitraan atau franchise, dengan biaya investasi yang beragam pula. Dari mulai 1 juta sampai ratusan juta rupiah, besarnya biaya investasi tergantung dengan tingkat popularitas brand yang ditawarkan serta besarnya prospek bisnis yang dimiliki suatu bisnis. Semakin terkenal brand suatu produk, maka semakin mahal pula biaya investasi yang ditawarkannya.
Dalam menjalankan bisnis franchise makanan, seorang franchisee hanya diwajibkan untuk mencari lokasi yang strategis. Kemudian pihak franchisor akan melakukan survey kelayakan lokasi usaha, jika sudah sesuai dengan standar perusahaan. Maka kemitraan sudah bisa dijalankan, dengan kesepakatan biaya investasi dari kedua belah pihak. Selanjutnya peralatan bisnis yang sudah dilengkapi dengan brand produk, dan bahan baku yang digunakan untuk produksi ditanggung penyelenggara kemitraan.
Kelebihan bisnis
Bisnis franchise makanan memiliki prospek bisnis yang sangat cerah, karena semakin lama pencari bisnis makanan dengan sistem kemitraan semakin meningkat. Selain itu saat ini banyak pula pelaku bisnis yang menawarkan sistem kemitraan, sehingga para pemula mendapatkan kemudahan untuk memilih peluang bisnis franchise makanan yang dikehendakinya. Karena berbagai macam menu makanan, sebagian besar sudah banyak yang dijadikan sebagai bisnis franchise.
Yang lebih menguntungkan lagi, bagi franchisee akan diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum menjalankan bisnis franchisenya. Jadi bagi para pemula yang belum memiliki keahlian dalam menjalankan bisnis makanan, tidak perlu kuatir karena Anda akan diberikan pelatihan dan pendampingan bisnis selama waktu yang telah disepakati dalam perjanjian.
Kekurangan bisnis
Banyaknya pilihan franchise makanan yang saat ini beredar, membuat kita perlu sedikit jeli dalam memilih peluang usaha. Karena tidak semua bisnis franchise memiliki prospek yang bagus. Oleh karena itu sebelum mengambil bisnis kemitraan, sebaiknya pelajari terlebih dahulu segala informasi maupun perjanjian yang ditawarkan, sehingga Anda tidak dirugikan. Disamping itu banyaknya franchisor bisnis makanan yang tersebar di berbagai lokasi, membuat persaingan bisnis semakin ketat. Karena mereka bersaing dengan kualitas produk yang sama, sehingga lokasi usaha yang strategis sangat berpengaruh penting untuk memenangkan persaingan bisnis.
Pemasaran
Pemasaran bisnis franchise terbilang lebih mudah jika dibandingkan dengan pemasaran bisnis yang mereknya belum dikenal masyarakat. Franchise makanan yang mereknya sudah cukup terkenal di masyarakat seperti Bakso Kepala Sapi, Mr.Burger, Kebab Turki Baba Rafi, Tela – tela, Dokar ( donat bakar ), Ramen Japanese Noodle, pemasarannya tidak terlalu rumit.
Memilih lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu cara untuk memasarkan bisnis franchise makanan. Biasanya lokasi yang banyak digunakan para franchisor meliputi lingkungan sekolah, pasar, rumah sakit, kantin, mini market, pusat perbelanjaan maupun area bermain anak.
Selain itu penggunaan gerobak dengan warna cerah, disertai banner yang bertuliskan merek produk dan menu yang disajikan, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga orang – orang yang melewati lokasi tersebut, tertarik untuk mampir dan membeli produk yang ditawarkan.
Kunci sukses
Yang menjadi kunci kesuksesan bisnis franchise makanan yaitu pemilihan lokasi usaha yang strategis. Dengan adanya lokasi yang strategis, maka peluang kunjungan konsumen juga semakin besar. Selanjutnya perhatikan pula bisnis franchise yang akan Anda ikuti, jangan sampai memilih bisnis franchise yang prospeknya tidak bagus. Karena hanya akan merugikan pihak Anda, selain itu perhatikan pula kontrak kerjasama yang ditawarkan kepada Anda. Karena ada beberapa franchisor yang memasang biaya fee royalty cukup tinggi, namun prospek usahanya tidak terlalu bagus. Oleh karena itu kejelian Anda dalam memilih bisnis franchise, menentukan kesuksesan bisnis Anda.
Bagi Anda yang sedang mencari peluang bisnis franchise makanan, berikut kami berikan gambaran analisa ekonomi salah satu bisnis franchise makanan yang saat ini ditawarkan di pasaran. Semoga  bermanfaat dan salam sukses.
Analisa Ekonomi
Asumsi : Berikut analisa ekonomi Franchise makanan
dengan brand “ Sabana ” fried chiken

Modal awal ( biaya kemitraan )
Gerobak, lampu dan meja aduk              Rp 4.614.500,00
Kompor gas, regulator, dan tabung gas     Rp 1.250.700,00
Perlengkapan konter                       Rp 1.305.105,00
Bahan baku awal
( 20 ayam bumbu, 10kg tepung bumbu,
kemasan, minyak goreng, dan sambal )      Rp   872.000,00
Registrasi, survey, training, supervise   Rp 5.750.000,00+
Total                                     Rp 13.792.305,00
Namun investasi dibulatkan menjadi Rp 13.750.000,00

Pendapatan per bulan
Asumsi pendapatan pada bulan pertama
Penjualan per hari :
Ayam dada @ 6.000 x 3 potong        =      Rp 18.000,00
Paha atas @ 6.000 x 2 potong        =      Rp 12.000,00
Paha bawah @ 5.000 x 2 potong       =      Rp 10.000,00
Sayap @ 4.000 x 2 potong            =      Rp  8.000,00
Nasi putih @ 2.500 x 4 porsi        =      Rp 10.000,00+
Total                               =      Rp 48.000,00
Pendapatan per bulan               =   Rp 14.400.000,00

Biaya operasional per bulan
Sewa tempat per bulan                       Rp    330.000,00
Gaji pegawai                                Rp    800.000,00
HPP ( ayam bumbu, nasi, sambal, dll )       Rp 10.387.500,00
Gas elpiji                                  Rp    210.000,00
Kemasan, kantong plastik, karet             Rp    290.250,00
Transport, telepon, air, dll                Rp    210.000,00+
Total                                       Rp 12.227.750,00

Laba bersih per bulan
Rp 14.400.000,00 - Rp 12.227.750,00         Rp 2.172.250,00

BEP
( modal awal : laba bersih per bulan )   =  ± 7 bulan

Sumber gambar : http://mahadaya.com/wp-content/uploads/2009/09/franchise.gif dan http://rubiant.files.wordpress.com/2009/12/gerobak-4.jpg


 
  
 
 
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar